Proyek
Cara Kerja Kami
Pengolahan teknis dan manfaat proyek daur ulang minyak jelantah.
Pengolahan Teknis
Dari minyak bekas menjadi biodiesel.
Langkah 1
Pengumpulan Minyak
Caritas Switzerland / Lengis Hijau mengumpulkan minyak jelantah sesuai kebutuhan hotel dan restoran. Pengumpulan menggunakan jerigen berkapasitas 20 L. Jerigen kosong dan bersih disediakan untuk hotel dan restoran, sedangkan jerigen yang sudah penuh diambil.




Langkah 2
Proses Daur Ulang
Untuk mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel, digunakan prosesor biodiesel Fuelmatic 3 dari Green Fuels, Inggris. Metanol dan katalis dicampurkan dengan minyak yang telah melalui pra-pengolahan dalam proses transesterifikasi, dilanjutkan dengan pencucian dan pengeringan, yang menghasilkan biodiesel dan gliserin.
Langkah 3
Pemasaran Biodiesel
Biodiesel yang dihasilkan dari sistem ini akan dijual kepada hotel dan restoran dengan harga di bawah harga bahan bakar diesel industri. Perjanjian terpisah akan disusun dengan pelanggan yang berminat.
Manfaat Proyek
Manfaat bagi semua pihak.
Manfaat proyek daur ulang minyak dirangkum di bawah ini:
Manfaat bagi lingkungan
- Perlindungan badan air dan air tanah
- Perlindungan sumber daya air tawar
- Perlindungan tanah
- Pengurangan emisi gas rumah kaca
Manfaat bagi daerah dan masyarakat
- Terciptanya pendapatan, lapangan kerja, dan pelatihan
- Pengembangan organisasi dan penguatan pengetahuan lokal
- Berkurangnya risiko kesehatan akibat konsumsi minyak bekas
- Peningkatan kesadaran tentang isu lingkungan dan kesehatan
Manfaat bagi hotel dan restoran
- Solusi yang aman dan tanpa biaya tambahan untuk pembuangan minyak jelantah
- Biodiesel ditawarkan dengan harga di bawah harga bahan bakar diesel industri
- Jaringan kerja sama dapat digunakan bersama untuk menangani masalah limbah dan lingkungan lainnya
- Peserta menerima sertifikat atas tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR)

Mari Bekerja Sama
Jangan dibuang. Ubah menjadi dampak.
Ingin menjadwalkan penjemputan minyak jelantah, menjadi mitra, mengadakan pelatihan, atau mengembangkan program keberlanjutan?