Tentang Kami
Sejarah Organisasi
Mendaur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel: Melawan Perubahan Iklim dan Kemiskinan di Bali, Indonesia
Latar Belakang Proyek
Sebuah perusahaan sosial mendaur ulang minyak jelantah.
Sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan emisi gas rumah kaca.
Tujuan utama proyek ini adalah mengembangkan dan menerapkan solusi daur ulang minyak jelantah bagi sektor pariwisata di Bali. Proyek ini direncanakan mendaur ulang 400 hingga 600 m³ minyak jelantah per tahun menjadi biodiesel. Dengan mengganti bahan bakar diesel fosil sejumlah ini dengan biodiesel, sekitar 1.000 hingga 1.500 ton emisi CO₂ yang merusak iklim dapat dihindari.
Selain mengurangi emisi CO₂, proyek ini mengurangi pencemaran lingkungan di Bali dan dampak buruknya bagi kesehatan. Di Bali, minyak jelantah umumnya dibuang langsung ke lingkungan dan mencemari badan air, air tanah, dan tanah. Sebagian besar minyak juga digunakan kembali sebagai bahan pangan. Minyak ini umumnya dijual melalui perantara dan pasar lokal kepada pedagang makanan kecil (warung). Penggunaan kembali minyak jelantah sebagai bahan pangan menimbulkan risiko kesehatan yang tinggi (kanker, dan lainnya) bagi konsumen, yang sering berasal dari lapisan sosial bawah. Praktik menjual minyak bekas sebagai bahan pangan ini tergolong sangat berbahaya, karena asal minyak sering tidak diungkapkan kepada pembeli dan konsumsinya sangat membahayakan kesehatan.
Dalam proyek ini, didirikan sebuah perusahaan sosial nirlaba yang menjalankan usaha daur ulang minyak. Dengan berdirinya perusahaan ini, tercipta lapangan kerja bagi masyarakat kurang mampu dan pengetahuan profesional diberikan kepada mereka. Selain itu, proyek ini meningkatkan kesadaran publik tentang isu lingkungan dan kesehatan.
Sekilas
Proyek dalam angka.
400 – 600m³
Minyak jelantah yang didaur ulang per tahun
1.000 – 1.500t
Emisi CO₂ yang dihindari per tahun
340
Hotel dan restoran yang disurvei
2013
Pabrik pengolahan mulai beroperasi
Asesmen Kondisi Awal
Temuan kami.
Sejumlah fakta yang sangat mendorong tim proyek untuk melaksanakan proyek daur ulang ini muncul dari asesmen mendalam terhadap kondisi awal. Dari 340 hotel dan restoran, kami menemukan bahwa:
XX%
PLACEHOLDER – isi temuan 1
XX%
PLACEHOLDER – isi temuan 2
XX%
PLACEHOLDER – isi temuan 3
Solusi
Solusi yang berkelanjutan dan aman.
Caritas Switzerland, organisasi non-pemerintah asal Swiss, mengembangkan solusi yang berkelanjutan dan aman untuk pembuangan minyak jelantah. Proyek daur ulang ini dikembangkan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (MoU ditandatangani pada 26 Juli 2010 dan diubah pada 7 Juni 2011), Pemerintah Kota Denpasar, dan Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar (Perjanjian Kerja Sama No. 193/01/PKS/BKS/2012; No. 069/CACH-BALI/VI/201).
Pabrik pengolahan telah beroperasi sejak Januari 2013, ketika Caritas Switzerland membangun sistem daur ulang minyak jelantah. LSM lokal Lengis Hijau telah didirikan dan ke depannya akan mengelola daur ulang minyak.
26 JULI 2010
MoU Ditandatangani
Nota Kesepahaman dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
7 JUNI 2011
MoU Diubah
Nota Kesepahaman dengan Kementerian Dalam Negeri diubah.
2012
Kerja Sama Lokal
Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Kota Denpasar dan Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar.
JANUARI 2013
Pabrik Beroperasi
Pabrik pengolahan mulai beroperasi dan Lengis Hijau didirikan untuk mengelola daur ulang.

Visi dan Misi
Pedoman Lengis Hijau.
Visi Kami
Visi Yayasan Lengis Hijau adalah agar minyak jelantah yang dihasilkan secara komersial di Bali didaur ulang secara berkelanjutan, sehingga memitigasi perubahan iklim, mengurangi emisi gas rumah kaca, melindungi lingkungan, dan mengurangi risiko kesehatan, sekaligus mengurangi kemiskinan di Bali.
Misi Kami
Misi Yayasan Lengis Hijau adalah menyediakan solusi daur ulang minyak jelantah jangka panjang yang berkelanjutan di Bali (tanpa dampak negatif bagi sosial, lingkungan, dan kesehatan) dan menghasilkan keuntungan, yang sebagian diinvestasikan kembali untuk pengembangan organisasi dan sebagian untuk proyek sosial dan lingkungan bagi masyarakat.
Dewan Pengurus
Orang-orang di balik Yayasan Lengis Hijau
Foto Pengurus Yayasan Lengis Hijau


PEMBINA
Merta Ada

KETUA PENGURUS
A.A.B. Sudharsana

PENGAWAS
Rezal A. Kusumaatmadja

SEKRETARIS
Sita Tamar Van Bemmelen

BENDAHARA
Aida Puspasari
Mari Bekerja Sama
Jangan dibuang. Ubah menjadi dampak.
Ingin menjadwalkan penjemputan minyak jelantah, menjadi mitra, mengadakan pelatihan, atau mengembangkan program keberlanjutan?